Minggu, 11 Juli 2010

Sukses Berawal dari Bisnis Plan

Mengherankan, banyak orang yang menyatakan bahwa membuat rencana bisnis itu tidak berguna dan hanya membuang waktu saja.

Ini memang sepertinya pekerjaan panjang dan rumit. Padahal, bisnis plan dalam suatu usaha merupakan hal yang urgen. Sekecil apapun usaha, hendaknya dibuat sebuah perencanaan yang matang.

Seringkali bisnis dikelola dengan hanya bermodal semangat. Banyak orang yang ingin segera mempunyai usaha tanpa mau membuat bisnis plan. Padahal tidak sedikit para pebisnis yang masih gagal walaupun telah melakukan planning dengan baik.

Dalam bisnis, kita tidak bisa berharap perjalanannya akan mulus-mulus saja. Apalagi jika pengelolaan bisnis meniadakan planning sama sekali.

Berbicara mengenai usaha, siapapun dia, maka yang digunakan adalah rambu-rambu bisnis. Kebanyakan orang lalai, karena tidak mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang ada.

Dalam membuat bisnis plan, maka yang pertama kali kita lakukan adalah mengenali dimana posisi kita, kemana kita akan pergi (tujuan), mengapa kita ingin pergi ke sana dan apa yang akan kita capai. Ukuran-ukuran tersebut penting. Intinya adalah bagaimana cara yang paling baik untuk mencapai tujuan yang kita capai.

Disitulah dibutuhkan sebuah strategi bagaimana kita kesana. Pada masing-masing orang tentunya akan berbeda dalam membuat strategi. Ketika menuju ke suatu tempat, ada yang menganggap efektif naik taxi, tapi bisa juga yang lain berpendapat mempunyai cost efektifnya dengan bus, angkot atau bajaj. Karenanya, bisnis plan yang dibuat untuk setiap usaha pastinya tidak sama.

Berikut adalah manfaat dari bisnis plan bagi sebuah usaha :

  1. Fungsi dari perencanaan yang disusun secara sistematis dapat menjadi sarana komunikasi bagi semua pihak penyelenggara perusahaan.
  2. Perencanaan bisa menjadi dasar pengaturan alokasi sumberdaya.
  3. Sebagai alat pendorong bagi pelaku bisnis untuk melihat ke depan dan menyadari betapa pentingnya variabel waktu.
  4. Menjadi pegangan dan tolok ukur fungsi pengendalian.

Idealnya, sebuah bisnis berawal dari sebuah ide atau konsep, yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah perencanaan. Berbekal sebuah bisnis plan, maka bisnis bisa dilaksanakan. Dari hasil kerja yang telah dilakukan, perlu adanya evaluasi, yaitu sinkronisasi antara hasil dan rencana.

Dari hasil evaluasi, maka akan berfungsi untuk melakukan pengembangan usaha yang terus berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action), yang relevan tidak hanya untuk bisnis, namun untuk semua aktifitas dalam kehidupan kita.

  • Plan merupakan tahap pengembangan dari sebuah gagasan yang dituangkan dari sebuah perencanaan.
  • Do merupakan implementasi dari perencanaan yang telah dibuat
  • Check merupakan evaluasi dari implementasi yang telah kita lakukan
  • Action merupakan pelaksanaan dari hasil evaluasi, sehingga terjadi improvement (perkembangan) yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Dalam memulai bisnis, maka yang harus dirumuskan adalah visi, misi dan nilai-nilai perusahaan (corporate value). Misalnya saja Anda ingin membuat usaha yang excellent, jujur, amanah dan sebagainya. Hal itu penting karena akan menjadi jiwa perusahaan. Point-point tersebut dituangkan dalam sebuah bisnis plan, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Visi
  2. Misi
  3. Nilai-nilai Perusahaan
  4. Sasaran
  5. Strategi
  6. Proyeksi Keuangan
  7. Inisiatif dan Rencana Tindakan
  8. Rencana Kebutuhan SDM
  9. Struktur Organisasi

Nah, jika Anda memang sangat ingin menuai kesuksesan Anda, maka saatnya merencanakan kesuksesan Anda. Jangan enggan untuk memulainya dari sebuah bisnis plan yang baik!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini