Kamis, 06 Mei 2010

RINGKASAN MATA KULIAH BAB 1 KONSEP DASAR

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Berbagai keterbatasan yang dihadapi perusahaan, baik dalam kepemilikan sumber daya, informasi, dan teknologi sangat mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut dalam memasuki dan/atau mempertahankan pasar yang telah dikuasai. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dalam mendukung operasional yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang disusun secara tepat dapat memberikan arahan berjalannya operasi yang efisien dan secara efektif mampu mencapai tujuan perusahaan. Dalam rangka memastikan jalannya operasional yang sesuai dengan rencana, diperlukan pengawasan dan pengendalian manajemen yang memadai.

Perumusan Masalah
Ada empat tujuan penting yang ingin dicapai melalui pengendalian internal yang dilakukan perusahaan, yaitu :
1. Dapat dipercayanya data-data akuntansi yang disajikan perusahaan
2. Terjaganya keamanan aset yang dimiliki perusahaan
3. Berjalannya operasi secara efisien
4. Ditaatinya semua ketentuan, peraturan , dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan
Apa pun tujuan dilakukan audit, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu :
1. Pihak pertama: auditor
2. Pihak kedua: entitas yang diaudit atau diaudit (auditee), biasanya diwakili oleh manajemen dan karyawan pada perusahaan tersebut.
3. Pihak ketiga: entitas yang memerlukan pertanggungjawaban dari entitas yang diaudit, biasanya diwakili oleh dewan komisaris (pemegang saham).

II. PEMBAHASAN

1. KONSEP DAN DEFINISI
Audit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadaap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yang diselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.
Dalam konteks audit manajemen, manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi.
Dari berbagai audit yang dilakukan kecuali audit keuangan , keseluruhan audit memiliki tujuan yang hampir sama yaitu menilai bagaimana manajemen mengoperasikan perusahaan, mengelola sumber daya yang dimiliki, meningkatkan efisiensi proses dalam mencapai tujuan perusahaan secara taat asas.

2. TUJUAN AUDIT MANAJEMEN
Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.

3. RUANG LINGKUP DAN TUJUAN AUDIT
Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bervariasi, bisa untuk jangka waktu satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Ada tiga elemen pokok dalam tujuan audit :
1. Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
2. Penyebab
Penyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di dalam perusahaan.
3. Akibat
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan dengan penyebab tersebut.

4. PRINSIP DASAR AUDIT
Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar audit manajemen dapat mencapai tujuan dengan baik, yang meliputi :
1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.
2. Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
3. Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat positif.
4. Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi.
5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
6. Pelanggaran hukum.
7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan

5. PERBEDAAN AUDIT MANAJEMEN DAN AUDIT KEUANGAN
Audit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dari kelemahan-kelemahan yang terjadi pada pengelolaan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan (rekomendasi) yang berkaitan dengan kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan di masa yang akan datang.
Berbeda dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi, proses pencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan, audit manajemen dilakukan dengan lingkup yang lebih luas yaitu keseluruhan aspek manajemen dari objek yang diaudit.

6. TAHAP-TAHAP AUDIT
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam audit manajemen. Secara garis besar dapat dikelompokka menjadi lima, yaitu :
1. Audit Pendahuluan
2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
3. Audit Terinci
4. Pelaporan
5. Tindak Lanjut

7. MEMAHAMI PERMASALAHAN SECARA DINI
Penurunan kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan menurunnya pencapaian laba perusahaan, tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan yang tinggi, dan sebagainya, merupakan beberapa indikasi bahwa pengelolaan perusahaan masih perlu diperbaiki. Permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diselesaikan.
Salah satu penyebab turunnya laba perusahaan adalah operasi yang kurang efisien. Hal ini ditunjukkan dengan semakin kecilnya rasio antara output dan input (jumlah output dibagi dengan jumlah input hasilnya tidak cukup tinggi). Perputaran karyawan yang tinggi menunjukkan kepuasan kerja (job satisfaction) yang rendah bagi karyawan.
Audit manajemen, melalui tahapan-tahapan auditnya, melakukan penilaian secara tepat terhadap proses (pengelolaan) yang telah terjadi, mengidentifikasi kelemahan dan memberikan rekomendasi perbaikan atas kekurangan tersebut.

8. EKONOMISASI, EFISIENSI, DAN EFEKTIVITAS
Perusahaan sebagai penyedia barang dan jasa harus sadar bahwa sebenarnya penghasilan yang diperoleh merupakan akibat dari kemampuannya untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) sangat ditentukan oleh bagaimana perusahaan tersebut memaksimalkan nilai pelanggannya (customer value). Nilai pelanggan merupakan selisih antara manfaat yang dapat dinikmati pelanggan (customer realization) dengan apa yang dikorbankannya (customer sacrifice) untuk memperoleh manfaat tersebut. Jadi dengan demikian perusahaan yang mampu bersaing (memenangkan persaingan) adalah perusahaan yang mampu memaksimalkan manfaat yang diperoleh dan pengorbanan yang dilakukan oleh pelanggan.
Dua hal penting yang bisa dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan nilai pelanggan adalah melalui:
- Meningkatkan manfaat yang dapat dinikmati dengan pengorbanan yang sama dan/atau memperkecil pengorbanan pelanggan untuk memperoleh manfaat yang minimal sama.
- Kedua-duanya sekaligus, yaitu meningkatkan manfaat yang diperoleh dengan menurunkan pengorbanannya.

9. RUANG LINGKUP AUDIT MANAJEMEN
Sesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan yang secara keseluruhan ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
- Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran
- Audit Manajemen padas Fungsi Produksi dan Operasi
- Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia
- Audit Manajemen pada Fungsi Sistem Informasi

10. AUDIT MANAJEMEN LINGKUNGAN
Untuk menilai sejauh mana perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab lingkungannya.
karena banyak kasus pengelolaan tanggung jawab linkungan yang kurang baik, yang merupakan pemborosan sumber daya bagi perusahaan. Meliputi keselamatan dan kesehatan kerja dan pencemaran limbah.

11. AUDIT SISTEM MANAJEMEN KUALITAS
Untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

12. AUDIT MANAJEMEN BIDANG PERPAJAKAN
Untuk membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban perpajakannya dengan efektif dan efisien, sehingga perushaan dapat meminimalkan kewajiban perpajakannya tanpa melanggar aturan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

III. KESIMPULAN
Audit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadaap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yang diselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.
Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.
Ruang lingkup audit manajemen adalah :
- Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran
- Audit Manajemen padas Fungsi Produksi dan Operasi
- Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia
- Audit Manajemen pada Fungsi Sistem Informasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar